JAKARTA.Nesiapost.com – Dua pendatang baru di program tayang TVRI Celoteh Anak sepertinya jam terbang di dunia seni peran masih di titik nol. Belum pengalaman. Namun begitu, aksi mereka di depan kamera lumayan baik, sekalipun masih terbata-bata menghapal skenario.
Mereka adalah: Ravell Mulyana dan Andhika Prameswara. Keduanya sama sekali belum pernah menyentuh seni peran, bahkan nonton Sinetron anak-anak pun jarang dilakukan. Kecuali film animasi tertentu dan game yang disukai.
“Kesibukan Ravell selain belajar, paling futsal dan mancing. Dia belum pernah ikut main drama, atau kegiatan seni lainnya. Saya juga heran, setelah latihan akting di Inez Production, ternyata dia bisa memainkan karakter yang bukan dirinya,” jelas Yulianti, orangtua Ravell.
Menurut dia, bakat Ravell yang satu itu ditemukan secara tidak sengaja. Yakni, ketika Inez Production memulai kembali produksi program Celoteh Anak yang fakum selama pandemi Covid-19, mengalami kekosongan pemain.
“Mama Cindy (salah satu pemain) mengajak Ravell ikut terlibat di Celoteh Anak. Semula saya ragu, apakah Ravell mau. Tapi setelah saya Tanya, dia mau coba dulu. Ya, terus terang saja, modal Ravell cuma fisik, kemampuan akting masih nol,” ungkapnya.
Awalnya, lanjut Yulianti, siswa kelas 8 SMP Fellycia School di Regency Sangiang, Tangerang, tersebut kurang mulus ketika latihan. Lantaran tekadnya cukup kuat belajar seni peran, akhirnya membuahkan hasil.
“Yang tadinya gak bisa apa-apa, melalui bimbingan Ibu Innez, Ravell sekarang jadi bagus aktingnya. Mulanya saya gak kepikiran dia punya baket di seni peran, sungguh. Sebagai orangtua saya bangga. Ya, bakatnya itu ditemukan secara tak sengaja,” ungkapnya.
Dijelaskan, produksi program Celoteh Anak sudah menyelesaikan tiga bagian, masing-masing bagian berisi 13 judul, yang terdiri dongeng rakyat dari seluruh Indonesia.
Hal serupa juga dikatakan Hj. Fisca Isyanu, orangtua Andhika Prameswara. Putranya itu sama sekali kurang paham dunia akting, meskipun bapaknya (H. Sinano Esha) ketika masih muda menggeluti dunia teater (drama), dan pernah menyabet kejuaraan di Festival Teater Remaja Tingkat Jakarta Barat di era 1970an akhir.
“Dia nggak paham karena kegiatan sehari-hari main bola atau badminton. Urusan seni sama sekali nol. Beda sama saudara kembarnya, Andhiny, nurunin bakat bapaknya untuk urusan tulis menulis. Katanya sih lagi bikin novel anak-anak,” paparnya.
Lantas, bagaimana ceritanya Andhika bisa nyakut di program Celoteh Anak? Menurut pengusaha kuliner ini, rekan lama bapaknya yang cukup beken di kalangan perfilman nasional, Annes Sritulistiawaty, biasa disapa Mami Innez Thea, berencana kembali produksi program Celoteh Anak.
“Sepengetahuan saya, Ibu Innez butuh pemain baru dan penulis skenario. Suami saya menawarkan Andhika, yang kami ketahui dia sama sekali gak ngerti akting. Lah, nonton Sinetron aja gak pernah, bagaimana dia mampu beraksi di depan kamera,” ungkap Fisca.
Ternyata, lanjutnya, meski masih belepotan dalam melakukan dialog dan aksi talen, Andhika terbilang lumayan bisa. Di awal memang dia menyanggupi tawaran bermain Celoteh Anak.
“Kalau saya bilang, anak itu modal nekad. Berani malu. Tapi saya yang ketar-ketir, takut gak diterima main. Alhamdulilah, meski masih dapat peran kecil, Andhika sudah menikmati dunia barunya itu. Dunia yang sebelumnya antahberantah di matanya. Kini dia sudah berperan di 39 judul,” kata Fisca (H. Sinano Esha)











