Warga Laroue Dan Geresa Tolak IUP Batu Gamping PT DJM , GRD-KK Morowali Minta Bupati Tegas

Sosialisasi PT. IUP Batu Gamping PT. Denmar Jaya Mandiri (DJM) yang dilaksanakan di Ruang pertemuan Hotel Metro Kota Bungku Morowali Senin 28 Maret 2025. (Doc.Istimewa).

Nesiapost.Com.Sulteng.Morowali – Solidaritas Gerakan Revolusi Demokratik Komite Kabupaten Morowali (GRD KK-MOROWALI), bersama puluhan perwakilan warga Desa laroue menyatakan penolakan atas hadirnya Salah Satu IUP Batu Gamping PT. Denmar Jaya Mandiri (DJM), yang berada Di desa Laroue dan Desa Geresa, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Oleh Warga setempat upaya penolakan itu dinyatakan langsung dalam pertemuan sosialisasi yang diselenggarakan PT DJM pada Senin 28 Maret 2025 yang dilaksanakan di Hotel Metro Kota Bungku Morowali.

” kepada pemerintah Provinsi, khusunya Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, untuk menghentikan seluruh proses perizinan tambang yang diajukan PT.DJM, karena masyarakat dari awal tidak mengiginkan adanya tambang di Desa Geresa dan Laroue, jadi jangan dipaksakan, ” Ujar Jendral GRD-KK Morowali Amrin, kepada awak media (28/04).

(Doc.Istimewa Senin 28 April 2025)

Sebelumnya dalam rapat tersebut, PT DJM meminta sosialisasi dilaksanakan diruang Kantor Bupati , sesuai Layangan surat Kamis 24 April 2025 Nomor 016/SU/DJM/IV/2025 yang ditandatangani Direktur pemilik IUP Batu Gamping. Namun sosialisasi tersebut dibatalkan oleh warga setempat.

Amrin menggambarkan, penolakan Tambang di wilayah Desa Laroue mayoritas merupakan petani dan nelayan, jika aktifitas penambangan batu Gamping dilakukan maka akan merusak ruang hidup warga setempat.

” Penolakan ini dilakukan warga sejak Tahun 2023 , bahwa jika tambang ini dipaksakan masuk maka permasalahan kembali hadir, dan akan mendapatakan penolakan yang masif, satu tahun perjalanan kawan-kawan dari berbagai organisasi dan masyarakat harusnya menjadi perhatian pemerintah. Jika masyarakat betul-betul tidak inginkan tambang apalagi masyarakat sebagian besar adalah petani dan nelayan, hal pasti yang akan terancam yaitu mata pencaharian mereka, ” Ujar Amrin pula.

(Doc.Istimewa Senjn 28 April 2025)

Jumlah tambang dimorowali sudah cukup banyak, wilayah-wilayah yang belum dimasuki tambang kita lindungi, apalagi ada aktivitas petani dan nelayan, pemerintah Daerah melalui Bupati Morowali harus bisa ambil sikap tegas demi kepentingan petani dan nelayan khusunya Desa Geresa dan Laroue, Tegas Jendral GRD-KK Morowali Amrin.

Diketahui, dalam rapat sosialisasi turut hadir perwakilan Pemda dari dinas terkait, serta dua perwakilan Anggota DPRD Morowali gafar hilal dan Muslimin dg , sosialisasi ini tidak belangsung kondusif akibat penolakan warga setempat. (RN).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *