Nesiapost.com.Sulteng.Morowali – Beberapa Warga Desa Sambalagi melakukan protes diarea Penambangan Batu Gamping PT. Mineral Bumi Puluti (MBP) di Desa Laroenai , Kec. Bungku Pesisir (Bungser), Kab. Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Sabtu, (16/11).
Protes ini dilakukan karena terputusnya arus listrik yang diduga akibat aktifitas Blasting (Peledakan ) diarea tambang milik perusahaan tersebut. Aktifitas ini bersebalah langsung dengan Jalan utama penghubung Desa Laroenai Dan Desa Sambalagi . kegiatan tersebut mengakibatkan beberapa tiang PLN terganggu hingga memutuskan arus listrik di Desa Sambalagi.
kepada awak media ,salah satu warga desa sambalagi Irfan Mualim mengatakan, kegiatan peledakan batu tersebut sudah berlangsung sejak lama, warga setempat juga sebelumnya pernah melakukan protes yang sama, pihak perusahaan berjanji akan melakukan pembenahan dan ganti rugi jika sewaktu waktu arus listrik mereka bermasalah karena aktifitas blasting.
” kejadian ini bukan pertama kali, beberapa bulan lalu sudah pernah bermasalah, menurutku ini cukup meresahkan, tidak ada koordinasi juga ke pemerintah desa setempat,”
Lebih lanjut irfan mengungkapkan , persoalan ini sebelumnya sudah pernah disampaikan kepada pihak perusahaan dan bertemu langsung bersama pihak KTT PT MPB dan juga Direktur perusahaan, dalam protes yang sama pihak perusahaan telah menyetujui Tujuh Kesepakat perjanjian, dan berjanji akan membenahi persoalan tersebut.
” kami sudah sering sekali mengeluh tapi tidak ada juga berubahan, kebutuhan listrik warga jadi terganggu setiap pihak perusahaan melakukan blasting, keseringan mati lampu bukan karena jadwal PLN, tapi akibat putusnya kabel kabel penghubung, sebelumnya sudah ada pembenahan, setiap aktifitas blasting lampu kami padam lagi, ini saja warga menempuh 6 kilo untuk datang protes, ” ujar irfan kepada awak media, Sabtu, (16/11)
Terkait situasi ini pihak awak media berusaha menghubungi Kepala PLN Bungku Kadri, namun belum ada respon.











