Nesiapost.Com.Sulteng.MOROWALI – Aksi ricuh yang terjadi di pos Bandara Smelter milik PT. IMIIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), membuat heboh. Dalam video yang beredar, aksi ini berlangsung pada minggu pagi , terlihat sejumlah karyawan terlibat perkelahian dengan salah satu security, tampak pula sebuah unit kendaraan operasional milik perusahaan PT IMIIP ikut terbakar.
Terkait peristiwa itu, Kapolsek Bahodopi, IPDA Muhammad Iqbal SH. Mengungkapkan, kericuhan ini dipicu oleh pertengkaran antara karyawan kontraktor dengan pihak security , kejadian ini berlangsung dipos jaga zona bandara, kericuhan ini terjadi sejak jam sift masuk pada pukul 05 subuh dini hari.
“ Saya dapat informasi dari pihak securty PT.MMS di pos bandara PT.IMIIP itu jam 06:22 klo nda salah, personil ke wilayah TKP tiba jam 6: 42, jauh dari polsek tkpnya, kericuhan ini informasinya sejak jam sift masuk subuh,” Ujar IPDA Iqbal, via Handphone kepada nesiapost.com. (2/3/2025).
Iqbal menjelaskan, kericuhan ini berawal dari protes para karyawan pihak kontraktor LPTKS yang memaksa masuk dengan menggunakan mobil Pickup namun pihak security menahan masuk karena ada peraturan berlaku yang ditetapkan pertanggal 1 Maret 2025.
“ Jadi ada peraturan berlaku yang ditetapkan oleh pihak PT.IMIIP, pertanggal 1 Maret, para karyawan yang masuk diwilayah tenant harus menggunakan Bus, tidak bisa lagi menggunakan mobil pickup, kericuhan berawal dari situ,karyawan protes dan memaksa untuk masuk jadi mereka berdebatlah, mungkin jam kerjanya sudah waktu masuk,jadi pada saat itu masih ada yang menggunakan mobil pickup, jadi spontanitas saja ini mba, kami masih menyelidiki dulu,” Terang Kapolsek.
Meski kericuhan yang dipicu akibat kurangnya kendaraan operasional karyawan jenis Bus, beberapa LPTKS lainnya belum bisa memenuhi pengadaan bus, namun belum, diketahui apakah tanggungjawab kendaraan operasional diberikan kewenangan kepada kontraktor setempat atau seharusnya disediakan oleh pihak perusahaan PT. IMIIP Smelter.
Dikutib, media online sulteng kailipost,com, Head Of Media Relations Department PT.IMIIP Dedy Kurniawan mengatakan pihaknya sangat menyayangkan atas tidakan aksi anarkis tersebut.
“ Jadi apa yang kami lakukan ini adalah upaya untuk menjaga keselamatan dan keamanan pekerja kontraktor , dan bagian dari upaya kami menegakkan aturan negara dengan mematuhi regulasi pemerintah terkait K3,” ujar dedi kepada kailipost, minggu (2/3/205)
Menurut Dedi, dalam aturan penerapan bus belum serta merta diterapkan, ketentuan ini diterapkan pada juli tahun 2024 , aturan ini baru disosilisasikan ke ratusan perusahaan kontraktor yang bekerja didalam kawasan PT.IMIIP , setelah delapan bulan sosialisasi , ada banyak perusahaan kontraktor (LPTKS) yang patuh dan mengganti kendaraan angkut karyawannya.
Lebih lanjut, Iqbal menambahkan , untuk menjaga situasi yang kondusif, para personil polsek bahodopi hingga saat ini masih melakukanpenjagaan dan patroli dizona TKP dan wilayah area smelter IMIIP , hal ini diberlakukan hingga situasi dinyatakan aman dan kondusif.
“ Sampai saat ini situasinya masih dalam keadaan kondusif, inshaallah subuh ini kami akan melakukan patroli kembali. Tadi infomasinya bahwa informasinya waktu rapat dengan pihak management pt imiip ,dengan pihak TNI POLRI , bahwa intinya untuk besok itu belum diberlakukan itu,terkait masalah bus jadi masih bisa masuklah.untuk penggunana mobil pickup atau sejenisnya,” pungkas Kapolsek pula.











