Nesiapost.com.Sulteng.Morowali – Sejak Minggu 20 April 2025, warga Kecamatan Bahodopi, kabupaten Morowali, provinsi Sulawesi Tengah, merasakan Gempa yang cukup mengguncang , tercatat dalam infomasi BMKG Pusat tepat pada Minggu pukul 07.36: 00.778 WITA.
Dikutib dalam keterangan BMKG Pusat dalam data gempa real time, guncangan Gempa pada 20 April 2025 berkekuatan Magnitudo: 4,6, dengan Kedalaman: 10 Km, yang ber Lokasi : 2,83 LS-122,17 BT, gempa ini Dirasakan (Skala MMI) III terletak di Bahadopi.
Adapun Pusat gempa berada di Darat 33 km arah tenggara Morowali, guncangan ini dirasakan hingga Kecamatan Bungku Pesisir dan Sekitarnya. Belum diketahui apakah guncangan gempa ini dirasakan Warga kecamatan lainnya hingga Kota Bungku Morowali
Pada hari yang sama 20 April 2025, gempa kembali mengguncang Bahodopi tepat pukul 18:13:29.376 WIB dengan magnitudo 3,3 SR,. Sementara pada pukul 22:22:08.349 WIB Magnitudo 3,8 dengan kedalaman 10 Km berlokasi pada koordinat 2,82 LS- 122,21 BT, dan pada pukul 23:09:41.084 WIB dengan magnitudo 2,9 SR , kedalaman 10 KM, koordinat lokasi 2,84 LS- 122,2 BT.
Diwaktu yang sama guncangan ini juga terjadi di wilayah kecamatan bungku Timur Desa kolono dan desa Geresa pada 20 April 2025 tepat pukul 18:28:10.927 WIB dengan magnitudo 3,3 SR dengan kedalam 15 km berlokasi 2,66 LS-122,03BT.
Lebih lanjut, dalam data BMKG Guncangan ini secara real-time dirasakan warga bahodopi hingga senin 21 April, tepat pukul 04:28:42.158 WIB dengan magnitudo 2,5 SR pada kedalam 10 Km betlokasi pada titik kordinat 2,81 LS – 122,15 BT.
Adapun keterangan BMKG InaTEWS menggambarkan titik gempa berada di wilayah garis yang sama , Informasi dampak berdasarkan pemodelan berbasis kecamatan serta data observasi peralatan Acelerometer menggambarkan gempa tersebut berasal dari garis sesar Matano segmen Geressa.
Dikutib penelitian jurnal geocelebes Vol 4 No 1 April 2020 melalui data hasil Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar dan wilayah IV Makassar menjelaskan, Sesar Matano terbentang mulai dari Sulawesi Tengah bagian Selatan hingga Teluk Tolo, yang merupakan bagian lengan tenggara Sulawesi .
Secara geologi, Patahan Matano memiliki struktur yang bergerak geser mengiri (left lateral) dan telah aktif sejak zaman kuarter (Bellier dkk., 2006).
Sesar ini terbagi menjadi 6 segmen yaitu Segmen Kuleana, Pewusai, Matano, Pamsoa, Ballawai, dan. Geressa. Mekanisme fokal di 6 (Enam) segmen Patahan Struktur patahan Matano sangat kompleks, Matano menunjukkan struktur yang bergerak geser mengiri (left lateral).sehingga diperlukan adanya studi lebih lanjut untuk mitigasi bencana gempa bumi.
Hingga selasa 22 April 2025, gempa kembali terjadi di wilayah Bahodopi tepat pukul 15:01:59 WITA, dari hasil analisis BMKG mencatat ini merupakan gempabumi tektonik dengan parameter Magnitudo 3,4. Skala richter, adapun Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.80 LS dan 122.16 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 km Tenggara Morowali-Sulteng, pada kedalaman 10 km.
Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Irwan Slamet, ST, M.Si dalam keterangan rilisnya, mengungkapkan , Jenis dan Mekanisme Gempabumi, dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman hiposenter, menunjukkan bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Matano Segmen Geresa yang berada di wilayah Kabuoaten Morowali.
Dampak gempabumi, berdasarkan laporan masyarakat, gonjangan ini dirasakan di Bahadopi Kabupaten Morowali dengan intensitas II MMI, Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut, sementara untuk informasi Gempabumi Susulan hingga Selasa, 22 April 2025 pukul 15:30:00 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
BMKG juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga dihimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (RN).
(Berita ini hasil susunan data milik nesiapost dan jurnal penelitian Geocelebes mahasiswa Unhas dihimpun dari data Balai BMKG Wilayah IV Makssar, serta rilis BMKG Wilayah IV Makassar pada Selasa 22 April 2025).











