JAKARTA,Nesiapost.com – Setidaknya ada 20 pemaran anak-anak dilibatkan pada program tayang TVRI “Celoteh Anak” (CA) season 2, garapan sutradara muda Ervin Salamandra bersama rumah produksi Inez Production.
Menurut rencana program tersebut mulai syuting pada 17 Desember 2023 di Studio MD Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Diharapkan rampung selama sepekan.

Menurut pemilik Inez Production, Annes Sritulistiawaty, biasa disapa Mami Innez Thea, seperti garapan sebelumnya, kali inipun mengangkat 13 legenda/dongeng nusantara. Yang menjadi ciri khas program CA sejak penampilan perdana pada 2014 silam.
“Namanya juga celoteh anak, jadi suguhannya mesti ringan, sesuai perkembangan jiwa anak usia SD dan SMP. Jika tema legenda agak berat, ya, dibuat seringan mungkin,” jalas Innez kepada wartawan di tengah kesibukan latihan di kawasan Perumahan Binong, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dia mencotoh legenda rakyat Betawi seperti “Murtado Macan Kemayoran”. Kisah sosok hero itu, bagi anak-anak cukup berat, namun perjuangannya dapat dijadikan tauladan buat generasi muda. Salah satu pilihannya untuk diangkat ke layar program CA.
“Penulis skenario cerita rakyat itu rekan wartawan senior H. Sinano Esha itu. Ia mengembangkan alur cerita agar menjadi tontonan menarik bagi anak-anak, dan disesuaikan psikologi anak jaman sekarang. Di CA 2 ini ia nyumbang tiga skenario,” katanya.
Termasuk skenario yang ditulisnya sendiri, “Kabayan Main Ludruk.” Diramu sedemikian rupa agar menjadi tontonan yang dapat menghibur anak-anak.
“Dari judul saja cukup menarik. Saya memadukan Jawa Barat (Kabayan) dan Ludruk (Jawa Timur). Kabayan yang konyol, main di pentas drama tradisional serius ludruk. Dialognya lucu dan nyeleneh. Saya berharap penulis skenario yang tergabung di CA hendaknya membuat narasi dialog seperti itu,” imbuh Innez.
Sementara itu, Ervin Salamandra menyatakan, dengan menghadirkan kisah-kisah legenda dari berbagai daerah, kami berharap dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda dengan cara yang menarik dan menghibur.
“Keberhasilan program Celoteh Anak bukan hanya sebuah pencapaian bagi industri hiburan, tetapi juga merupakan wujud nyata dari kebanggaan akan bakat-bakat anak-anak dalam seni peran,” katanya.
Melalui kisah-kisah yang disajikan, lanjutnya, program tayang TVRI ini diharapkan dapat terus menginspirasi dan mendidik anak-anak Indonesia dalam mengeksplorasi kekayaan budaya bangsa.
“Semoga saja stasiun televisi lain perbanyak program edukatif untuk anak, baik dalam format ilmu pengetahuan maupun fiksi,“ Ervin berharap. (Rina Maharaja)











