Gagal Seleksi TNI AL, Pemuda Morowali Lolos Menjadi Karyawan Di IMIIP

Andi Rizky (Andri) saat mengikuti seleksi Cata PK TNI AL Di kota palu Tahun 2023. (Doc. Istimewa.

Nesiapost.Com.Sulteng.Morowali – Menjadi abdi negara merupakan cita – cita mulia dan kebanggaan anak bangsa, meski demikian jika tidak kesampaian semangat untuk tetap menjadi generasi bangsa masih tetap harus dilakukan agar menjadi generasi yang berarti seperti cita cita para leluhur kita.

Seperti yang dilakukan pemuda asal Desa Torete di Morowali, sebut saja Andri nama panggilannya, meski gagal seleksi menjadi abdi negara sebagai Akmil Angkatan laut dari daerah asalnya, ia tetap berusaha mencari peluang lain agar bisa bekerja dan mengabdi bagi daerahnya di Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

https://nesiapost.com/2025/09/05/terkesan-tidak-transparan-apl-warga-desa-torete-harga-kompensasi-capai-4-miliar-lebih-kemana/

 

Tak patah arang, bermodalkan Ijazah Madrasah Tsanawiyah (MA) Tahun 2023 dan hanya memiliki sertifikat Hafidz Quran, Andri kelahiran kota palu 2005 mencoba berbagai peluang dengan menjadi buruh kasar bergaji harian selama setahun, iapun bergelut dengan panasnya api las sebagai anggota welder di salah satu kontraktor tenant diwilayah smelter PT. IMIIP. Andri juga sempat beralih pekerjaan sebagai teknisi Handphone dari modal kursus perbaikan Handphone yang sempat digelutinya.

Menjadi satu satunya anak laki-laki dari dua bersaudara, Andri enggan melanjutkan kuliah sebagai sarjana IT, begitulah cita cita yang ingin digelutinya, menurutnya perkuliahan bukan hanya sebagai investasi hidup semata , namun ia berusaha untuk berdedikasi agar tidak menjadi beban negara, meski orangtuanya memaksa untuk melanjutkan kuliah agar bisa mendapatkan beasiswa gratis program daerah dan program gubernur Sulteng Anwar hafid.

” Beasiswa jadi beban daerah, biar saya geluti peruntungan lain untuk bisa berdikari, Ujar andri kepada ibundanya.

https://nesiapost.com/2024/11/15/ketua-ppm-desa-torete-akui-dana-penyaluran-delapan-ratus-juta-belum-merata/

Meski demikian di tahun kedua menjadi buruh kasar, Andri mencoba peruntungan lainnya dengan melamar menjadi bagian dari karyawan di Salah satu Investasi besar dikabupaten Morowali yakni salah satu perusahaan Smelter berskala internasional PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIIP), dengan mendaftarkan diri di link aplikasi milik PT. IMIIP.

Usahanyapun tak sia-sia, melalui tiga kali interview berbulan bulan lamanya, akhirnya ia bisa tersenyum lebar untuk menatap masa depan tepat kamis 4 September 2025, ia tidak lagi menjadi salah satu pengangguran dari daerah asalnya. Setidaknya Investasi daerah bisa mengambil beban negara, agar bisa terus memberikan kontribusi bagi daerah dan menghilangkan indeks pengangguran terbuka khususnya di kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah. (RN).

https://nesiapost.com/2024/11/18/bpd-desa-torete-saya-tidak-bertanggungjawab-atas-penyaluran-dana/

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *