Morowali. Bahodopi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bahodopi pada siang hari menyebabkan gangguan massal pada jaringan listrik warga Dusun 5 Desa Labota, Kecamatan Bahodopi. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami pemadaman total, disertai dengan eror massal pada kWh meteran prabayar milik pelanggan.
Berdasarkan laporan dari warga setempat, pemadaman listrik ini terjadi sejak pukul 12.00 WITA usai wilayah tersebut dilanda cuaca buruk. Kondisi ini diperparah dengan indikator lampu pengaman (tamper) pada meteran listrik prabayar warga yang mendadak menyala berkedip dan mengeluarkan bunyi alarm secara serentak dalam satu jalur aliran.
” Kami sudah mematikan MCB dan meteran ke posisi OFF demi keamanan, tapi sampai sore menjelang malam ini alarm meteran masih terus berbunyi mati menyala. Ternyata bukan rumah saya saja, beberapa tetangga dalam satu aliran juga merasakan masalah eror yang sama,” ujar salah satu warga terdampak.
Fenomena eror massal pada kWh meter pascahujan lebat ini mengindikasikan adanya gangguan sistemik atau kerusakan serius pada jaringan distribusi utama luar atau trafo milik PLN, bukan masalah instalasi di dalam rumah pelanggan.
Kendati pemadaman dan eror meteran ini telah berlangsung selama berjam-jam, warga mengeluhkan lambatnya respons dari pihak otoritas terkait. Hingga sore hari, upaya koordinasi yang dilakukan oleh perwakilan warga maupun pengurus RT setempat ke pihak Kepala PLN Bungku serta layanan gangguan PLN dinilai belum membuahkan hasil dan tidak mendapatkan respons cepat.
Hingga berita ini diturunkan, warga di jalur aliran yang terdampak masih berada dalam kondisi gelap gulita dan terus bersiaga menjaga sakelar MCB rumah mereka tetap mati untuk menghindari lonjakan voltase berbahaya saat arus kembali normal. Warga berharap tim teknis gangguan PLN ULP Bungku segera turun ke lapangan untuk memeriksa kerusakan gardu utama dan memulihkan pasokan listrik yang tersendat.
” Saya sudah WA kepala PLN bungku bahkan pihak bagian gangguan sejak siang tadi,namun hingga magrib tidak ada respon apapun, saya menduga penyebabnya ada pada kabel kabel yang semrawut dilorong beberapa aliran juga menjuntai ke tanah dan hanya di biarkan, ” Ungkap pemilik rumah rina











