Komando Demo di Sapodel Office Tower Mega Kuningan, Desak BNN dan Mabes Polri Usut Dugaan Peredaran Narkoba di PT IGIP Morowali

Aksi Unjukrasa Konsorsium Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (Komando) di depan Sapodel Office Tower yang beralamat di Jl. Prof. DR. Satrio No. Kav. T3, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. (Jumat, 30 Oktober2026) Doc. istimewa.

JAKARTA.Nesiapost.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Konsorsium Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (Komando) di depan Sapodel Office Tower yang beralamat di Jl. Prof. DR. Satrio No. Kav. T3, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sempat diwarnai ketegangan dengan pihak keamanan (security), Jumat (30/10/2026).

Massa mendesak pengusutan dugaan penggunaan narkoba di kawasan industri PT International Green Industrial Park (PT IGIP / GEM 格林美) Desa Sambalagi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Ketegangan bermula ketika massa aksi mendatangi gedung tersebut untuk mencari kantor pusat PT IGIP yang berada di lantai 22. Namun, pihak security gedung sempat menyatakan bahwa kantor perusahaan yang dicari tidak berada di gedung tersebut.

” Kami sangat menyesalkan adanya oknum-oknum yang berusaha menyembunyikan keberadaan kantor PT IGIP. Di awal aksi, pihak keamanan sempat berdalih bahwa kantor tersebut tidak ada di sini,” ujar Irwan, perwakilan Bidang Pergerakan Komando, dalam orasinya.

Massa yang merasa tidak puas kemudian terus mendesak dan bertahan di area luar gedung. Setelah situasi sempat memanas, pihak manajemen PT IGIP akhirnya bersedia menerima perwakilan dari massa aksi untuk melakukan audiensi di kantor mereka di lantai 22 Sapodel Office Tower.

Perwakilan Komando saat ditemui Perwakilan IGIP Humas QMB.di Lantai 22 Gedung Sapodel Office Tower yang beralamat di Jl. Prof. DR. Satrio No. Kav. T3, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Jumat 30 Oktober 2026.

Kendati demikian, pertemuan yang berlangsung tersebut berakhir buntu (deadlock) tanpa menghasilkan kesepakatan apa pun antara kedua belah pihak.

Irwan menegaskan, ketidakjelasan sikap manajemen kian memperkuat dugaan ketidaktransparanan PT IGIP dalam mengontrol para karyawannya dari tindakan melawan hukum di Morowali.

” Kami menduga kuat oknum karyawan PT International Green Industrial Park yang berada di Desa Sambalagi telah menggunakan narkoba di kawasan pertambangan. Ini kesalahan fatal. Karena tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tadi, aksi selanjutnya kami akan langsung mendatangi Mabes Polri dan BNN Pusat agar menindak tegas kawasan industri tersebut,” tegas Irwan.

Komando juga mengutuk keras dugaan pembiaran peredaran barang haram tersebut karena dinilai berdampak buruk secara langsung pada masyarakat dan masa depan generasi muda di Morowali.

Terkait aksi yang berlangsung sejak pukul tiga dinihari waktu jakarta, pihak media ini mencoba mengkonfirmasi manajemen PT IGIP Morowali Nur Atika Rosidin (Joana) yang juga sebagai Asisten General Manager PT IGIP Morowali sambalagi, namun hingga saat ini belum ada jawaban. (RN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *