Nesiapost.com.Morowali – puluhan warga Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah melakukan unjuk rasa didepan Kantor Bupati Morowali, Aksi Koalisi Rakyat Selamatkan Morowali (KRS-Morowali) ini dilaksanakan pada , Senin, ( 04/07).
Dihubungi awak media, Kordinator lapangan Rizal mengatakan, aksi ini menuntut agar pemerintah Morowali mengatasi penambangan ilegal yang terjadi didesa ululere yang berada di IUP Blok Bahodopi Utara.
” Salah Satu tuntutan kami, tegakkan hukum terhadap pelaku ilegal maining yang terjadi di blok Bahodopi Utara,” ujar Rizal saat dikonfirmasi awak media, Senin, (04/07).
Rizal menggambarkan seruan aksi ini juga, meminta Bupati Morowali agar PT Oti Eya Abadi bertanggungjawab terhadao kerusakan lingkungan yang terjadi di IUP Blok Bahodopi Utara.
Usai melaksanakan orasi, Rizal menambahkan , dalam diskusi dialog yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bupati Morowali, menyatakan bahwa Pemda setempat akan melakukan kunjungan diwilayah tersebut.
” Hasil rapat bersama, Bupati mengatakan akan turun tim investagisasi dari esdem propinsi, kebetulan saat ini ada tim yang sedang turun kelapangan,” ujar Rizal usai melaksanakan dialog bersama Pemda Morowali diruang Rapat.
Sementara itu , dikonfirmasi terpisah Bupati Morowali Taslim mengatakan bahwa Pemda setempat tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengatasi kegiatan ilegal maining yang terjadi di Blok Bahodopi Utara.
” Dan kegiatan kegiatan yang diduga ilegal maining, itu rananya dikepolisian, kita berharap semua unsur dalam hal ini inspektorat pertambangan propinsi melakukan fungsinya,” ujar Bupati saat dikonfirmasi via handphone, Senin, (04/07).
Dalam kegiatan dialog, turut hadir Bupati Morowali, Asisten 1, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dandim Morowali , Wakapolres, serta perwakilan Inspektorat (IT) Tambang ESDEM Propinsi Sulawesi Tengah. (RN).











