Telah IPO, PT TAS Di Duga Rambah Kebun Warga Desa Torete Tanpa Ganti Rugi

" Kalian dapat dollar kami dapat ampas debu dan lumpur seenaknya saja Kebun digarap tanpa kejelasan, " Teriak salah satu warga yang ikut pemalangan , Jumat (12/05)

Nesiapost.Com. Morowali Sulteng – Sejumlah Warga Desa Torete melakukan pemalangan sebagai bentuk protes atas lahan Kebun yang belum di selesaikan oleh Perusahaan IUP PT. Teknik Alum Service (TAS).

Beberapa warga protes atas lahan Kebun yang telah dirambah tanpa kejelasan. Sebagai Salah Satu Anak Perusahaan Dari Perusahaan Smelter The Anugerah Smelter (ATS) , berlokasi di Laroenai, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowalli, Sulawesi Tengah yang diresmikan sejak Tanggal 18 Desember 2019.

PT TAS sendiri telah banyak melakukan pelanggaran hak atas tanah warga dan pencemaran Lingkungan khususnya site desa Torete.

” Kalian dapat dollar kami dapat ampas debu dan lumpur seenaknya saja Kebun digarap tanpa kejelasan, ” Teriak salah satu warga yang ikut pemalangan , Jumat (12/05).

Diketahui IUP OP milik PT TAS memiliki Luas Wilayah 1.301,00 Ha berada Di Desa Buleleng dan Desa Torete kecamatan Bungku pesisir Morowali Sulteng.

Sebagai anak perusahaa dari PT ATS saat ini telah melakukan initial public offering (IPO) diSingapura. Karena diakuisisi oleh salah satu perusahaan tambang di Singapura Silkroad Nickel Ltd.

Silkroad Nickel Ltd. adalah perusahaan pertambangan nikel pertama yang terdaftar di SGX. Sebelumnya dikenal sebagai China bearing Ltd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *