JAKARTA, Nesiapost.com – Resto Bun Tet dengan menu Chinese food khas Kalimantan kini telah hadir di kawasan Sunter, Jakarta Utara, sejak 15 Februari 2024.
Menurut Sudijanto, pemilik Resto, konsep yang diusung melayani dengan hati. Satu harapan, pihaknya dapat mengobati perantauan warga Kalimantan yang rindu akan kuliner khas daerahnya, yakni Borneo.
“Di Jakarta restoran dan kafe dengan makanan yang enak, sudah gak aneh. Sudah biasa dan gampang dicari. Tapi konsep dengan serve with love from our kitchen, cuma satu di Jakarta. Yakni, Resto Bun-Tet Chinese food,” katanya berpromosi.

Restoran yang beralamat di Jln. Raya Danau Sunter Utara blok C1 No.16, Jakarta Utara (dekat RS Royal Progres) pastinya akan menyuguhkan rasa yang homy bagi konsumen, dan like your home atau seperti di rumah sendiri.
“Agar citarasa pas dengan lidah orang Kalimantan, kami merekrut chef Abun, juru masak pengalaman selama 40 tahun di Jakarta, yang juga asal Kalimantan, merantau di Kampung Kerendang,” papar Sudijanto.
Dikatakan, maraknya tempat makan di kawasan Sunter dan tempat lain di Jakarta, sebagai bentuk bisnis kuliner yang cukup menjanjikan untuk meraup cuan. Sekaligus destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan, apalagi dilupakan.
“Sebelum kami kibarkan Resto Bun-Tet Chinese food, terlebih dahulu melakukan observasi dan survei di banyak tempat kuliner Jakarta,” ungkapnya.
Hasil diperoleh, ternyata paling dominan adalah perihal komplain konsumen atas pelayanan. Konsumen adalah raja, wajar jika menuntut layanan yang prima.
“Sebagus apapun bangunan Resto, selezat apapun masakan yang disajikan, tapi kalau layanan tidak profesional dan kurang homy, konsumen pasti malas untuk datang berikutnya,” sebutnya.
Jika layanan baik terhadap konsumen, dan sangat memanjakan, berapun harga yang ditawarkan tak jadi masalah.
“Tapi harga kuliner di tempat kami, sangat bersahabat. Nggak ngurus dompet. Motto kami, rasa hotel bintang lima, harga kaki lima,” ungkapnya.
Diingatka, bahwa Resto Bun-Tet chinesfood khas Kalimantan baru pertama di wilayah Sunter.
“Mungkin saja, jika Tuhan mengizinkan, pada masanya nanti kami akan buka cabang di Jabodetabek,” paparnya.
Terkait penggunaan nama Bun Tet, Sudijanto menjelaskan bahwa nama itu cukup unik, dua kata. Yakni: Bun Tet.
“Bun saya ambil dari nama chef Abun, sementara Tet dari nama Phi Tet, guru masak chef Abun. Untuk mengenang sesuatu yang bersejarah, ya gak ada salahnya saya gabung jadi satu: Bun Tet. Apalagi sejarah yang mereka torehkan 40 tahun silam,” ungkap lelaki yang juga berprofesi jurnalis.
Sementara itu, chef Abun menjelaskan, menu favorit khas Kalimantan yang tak boleh dilewatkan begitu saja adalah Ikan Lais asam pedas, Ikan Jelawat tim dan Sayur Pakis cah terasi dan segudang menu khas Kalimantan lainnya.
“Olahan menu kami dijamin tidak bikin kecewa. Kami paham betul bagaimana caranya memanjakan lidah. Mau tau, ya mampir aja dulu,” imbuhnya. (H. Sinano Esha)











