Nesiapost.Com.Sulteng.Morowali – Jalan nasional di wilayah Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng) , khusus wilayah kecamatan Bungku Timur serta Kecamatan Bahodopi tampak rusak parah.
Terpantau kondisi ini dapat membahayakan pengendara jalan bagi kendaraan roda Dua dan roda empat jenis minibus , kewaspadaan pengendara diutamakan pada malam hari.
Pada malam hari Sepanjang jalan tersebut tidak memiliki lampu jalan yang memadai dan sering terjadi kemacetan parah dan kecelakaan akibat jalan berlubang yang tergenang air serta lumpur tebal di sepanjang badan jalannya.

Tampak Pantauan Nesiapost, Kondisi ini diperparah akibat adanya aktifitas kendaraan berat dengan berat tonase golongan III, IV, dan V . Dimana kelas kendaraan berat yang umumnya merupakan truk dengan jumlah gandar tertentu. Golongan III adalah truk dengan tiga gandar, golongan IV truk dengan empat gandar, dan golongan V truk dengan lima gandar.
Meski Jalur jalan Nasional wilayah Morowali bersumber dari Anggaran APBN sepanjang tahunnya terus melakukan perbaikan di beberapa titik, namun standar jalannya hanya diperuntukan bagi tonase kendaraan Golongan I: Kendaraan penumpang (sedan, jip, pik-up, atau truk kecil, dan bus). Golongan II: Truk dengan dua gandar. Golongan VI: Kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor).

Bukan hanya itu kerusakan badan jalan juga diperparah dengan aktifitas pertambangan yang ada di wilayah tersebut, selain buangan lumpur tambang dan genangan air kondisi ini juga diperburuk akibat tidak adanya drenase yang memadai.
Dalam pantauan awak media kondisi jalan terburuk dan paling berbahaya serta ekstrim berlubang dalam banyak ditemui di sepanjang jalan negara wilayah kecamatan bahodopi area smelter IMIIP salah satu perusahaan berskala internadional yang terletak di wilayah Kabupaten Morowali.
Meski pemerintah pusat tengah melakukan efesiensi anggaran di 2025, namun kondisi ini telah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. Perbaikan yang dilakukan setiap tahunnya selalau mengalami rusak parah akibat aktifitas kendaraan bergolongan berat.

Dikutib media online Trilogi.co.id, menggambarkan Balai Jalan Nasional (BPJN) Propinsi Sulawesi Tengah, mengatakan mekanisme perbaikan jalan nasional khusus wilayah Morowali kecamatan Bahodopi tahun 2025 Tengah menyusun konsep kerjasama perbaikan infrastruktur bersama PT. IMIIP dan BPJN Sulteng.
https://nesiapost.com/2023/05/30/harapan-anwar-hafid-kementrian-desa-entaskan-desa-tertinggal/
Adapun mekanisme melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) jalan nasional Sulawesi Tengah membuka babak baru kerja sama infrastruktur. Tanpa dana negara, PT IMIP turun tangan memperbaiki jalur vital Trans-Sulawesi lewat skema tanggung jawab sosial. BPJN Sulteng awasi, IMIP eksekusi, ujar kepala BPJN dikutib dari Trilogi.
“ Skema yang digunakan adalah TJSLP. PT IMIP melaksanakan perbaikan fisik di jalan nasional tersebut,” kata Windunoto Abisetyo, ST, MT, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.4 Provinsi Sulawesi Tengah, kepada Trilogi belum lama ini. ( Berita tayang 27 Mei 2025 ).(RN)
( pada kutipan pihak media ini telah meminta izin kepada pimpinan Trilogi Yudistira)











