Nesiapost.Com.Sulteng.Morowali – Kepala Desa Geresa, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali Asnan Sa’ad menolak keras atas pengalihan zona wilayah pembangunan Smelter Ore Nikel PT VALE Tbk di Desa Samabalagi kecamatan Bungku pesisir Sulteng.
“Saya kades geresa menyatakan dengan resmi bahwa saya menolak dengan keras pendirian smelter di daerah sambalagi, vale harus membangun smelter di areal kontrak karyanya, ” Ujarnya kepada nesiapost, Selasa, (08/08)
Pernyataan ini juga disampaikan Asnan saat menghadiri pertemuan Rapat Komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) tentang Rencana Kegiatan Operasi Produksi Pertambangan Bijih Nikel PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Blok Bahodopi, Jumat (4/8/2023).
Lebih lanjut, Asnan mengungkapkan Protesnya dalam pada rapat amdal mengatakan persoalan terkait program Vale dalam perekrutan Tenaga Kerja Lokal Di 13 Desa Lingkar Tambang PT. Vale TBK. adalah bohong besar.
” kabar soal perekrutan angkatan kerja 800 orang itu adalah orang lokal itu adalah bohong besar. Angka 800 itu sebagian besar adalah orang luar morowali, ” Ujarnya pula saat dikonfirmasi Via Whatsapp oleh nesiapost.
Seperti diketahui, dalam rapat tersebut Director Strategic Permit & General Affairs PT Vale, Budiawansya dalam paparannya menyampaikan akan memprioritaskan tenaga kerja lokal dengan syarat ber KTP kode 7206 dan tempat lahir kabupaten Morowali utamanya yang berlokasi di area pemberdayaan. Hal itu diungkapkannya saat melaksanakan Rapat Amdal beberapa waktu yang lalu.
” Belum lagi pemberdayaan kontraktor lokal sampai pada hari ini vale belum merekrut tenaga kerja lokal tersebut. Apalagi BUMDES yang kami sampaikan beberapa kali bahwa bumdes harus menjadi istimewa di mata mereka, sampai saat ini mereka tidak menyentuh itu, pada intinya kami sangat dirugikn dengan kehadiran pt. Vale yang sama sekali tdak pernah terbuka kepada publik, ” Ujar asnan dengan nada kecewa (RN).











