Nesiapost.Com.SULTENG.Morowali – Sebagai bentuk komitmen mejaga kelestarian Ekosistem Laut, PT. Hengjaya Mineralindo (HM) bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo (UNHALU) melakukan komitmen Momerandum Of Understanding (MOU). Mewakili PT. HM Kepala Teknik Tambang (KTT) Muhammad Ilham, pertemuan ini disambut langsung oleh Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Muhammad Zamrun F.S.Si., M.Si., M.Sc ,. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Rektor Universitas UHO, Senin, (29/01/2024).
KTT HM Ilham menjelaskan, Kesepakatan kerjasama ini terfokus khusus untuk pelestarian terumbu karang , hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk terus menjaga kelestarian biota laut di wilayah Morowali. Menurutnya , melihat tantangan saat ini kondisi terumbu karang mengalami kerusakan dengan kondisi yang kurang baik. berdasarkan data Direktoran Jendral Pengelolaan Ruang Laut (RPL) Kementerian Kelautan dan Perikananan (KKP) kondisi kurang baik mencapai (33,82%).
Untuk menjawab tantangan ini, Dibutuhkan pula akselerasi kerjasama yang baik dalam menjaga ekosistem laut bersama pemanggu kepentingan dalam hal ini pemerintah setempat. mengingat adanya prediksi oleh ilmuwan yang ditampilkan dalam artikel karya Trevor Nace edisi Forbes 2020 yang menyebutkan bahwa pada tahun 2020, 90 persen terumbu karang akan menghilang karena disebabkan meningginya permukaan air laut dan polusi. Serta pada 2100 terumbu karang diperkirakan akan lenyap menghilang.

Melalui MOU pelestarian terumbu karang , Ilham berharap kerjasama ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menunjukkan komitmen bersama untuk menjawab tantangan global dalam memasuki era pemanasan global yang kian serius.
“ Kita tidak bisa lagi berdiam diri dan bekerja secara individu, butuh kerjasama lintas stakeholder demi tercapainya tujuan – tujuan global dimulai dari komitmen serius manajemen terhadap lingkungan darat maupun laut,” ungkap KTT HM Ilham.
Bersama UHO , kerjasama ini sebagai bentuk strategi berkelanjutan PT Hengjaya Mineralindo dalam menjawab kriteria penilaian PROPER Hijau oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, setelah berhasil mempertahankan capaian PROPER Hijau dalam 2 tahun terakhir.
Pencapaian ini tentu saja telah menunjukkan bahwa dalam operasionalnya, PT Hengjaya Mieneralindo telah mengimplementasikan praktik – praktik penambangan yang baik, terkhusus dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Dalam kesempatan lain, Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Muhammad Zamrun F.,S.Si., M.Si., M.Sc,, mengatakan bahwa universitas dapat menjadi salah satu partner terbaik dalam melakukan perbaikan ekosistem laut di wilayah Sulawesi dikarenakan secara internal memiliki tenaga ahli secara profesional baik dari sisi teoritis dan praktis.
“Kami berharap kerjasama ini dapat bermanfaat bagi universitas dan perusahaan di masa mendatang. Kami percaya bahwa keputusan di antara kedua belah pihak adalah strategi yang tepat dalam mendukung pencapaian SDGs khususnya dalam poin ekosistem laut. Hal ini dikarenakan secara internal, kami memiliki tenaga ahli yang mumpuni dengan didukung oleh kegiatan penelitian mahasiswa, penerbitan jurnal, pemberdayaan masyarakat, kerjasama magang, dan pengembangan pariwisata lokal desa pesisir,” ujar Rektor UHO Muhammad Zamrun.
Selain menjaga ekosistem laut, bentuk kerjasama ini sebagai wujud dukungan PT HM dalam melaksanakan Lima program Prioritas Ekonomi Biru Negara Indonesia khususnya Konservasi Ekosistem Laut salah satunya program Terumbu karang.
“ Hal ini menjadi penting karena terumbu karang merupakan bagian dari ekosistem pantai yang memiliki banyak manfaat. Di antaranya sebagai tempat berkembang biak, mencari makanan, dan tempat perlindungan bagi ikan-ikan karang,” ujar ilham pula.
Ilham berharap program konservasi terumbu karang dapat menjadi contoh nyata bagi perusahaan – perusahaan tambang lainnya di Indonesia untuk tetap memerhatikan kelestarian lingkungan darat dan laut sebagai tanggung jawab moral dan simbol kemajuan operasi pertambangan yang efisien dan berkelanjutan.
“Kami berharap strategi dalam melakukan konservasi terumbu karang di wilayah perairan Bungku Pesisir, Morowali yang dilakukan oleh PT Hengjaya Mineralindo dapat menjadi gambaran bagi rekan – rekan perusahaan nikel di Sulawesi maupun di Indonesia untuk terus meperhatikan kelestarian lingkungan hidup,” harapnya pula.
Keseriusan PT Hengjaya Mineralindo dalam menajamen lingkungan laut adalah upaya perusahaan dalam mendukung tujuan nasional maupun global demi mencapai kehidupan manusia dan alam secara berkelanjutan di masa mendatang,” ujar ilham pula.
Untuk diketahui, PT Hengjaya Mineralindo (PT HM) adalahperusahaan dengan status Penanaman Modal Asing(PMA) yang bergerak dalam bidang pertambangan bijinikel dan berlokasi di Kecamatan Bungku Pesisir dan Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.
Aktivitas operasional PT HM meliputi kegiatan pertambangan guna untuk memenuhi kebutuhan sumber energi dalam negeri dan kepentingan ekspor. Dalam operasionalnya, PT Hengjaya Mineralido selalu berupaya mewujudkan peran bisnis dalam pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial serta mendukungpeningkatan kinerja secara berkelanjutan, melalui implementasi Core Values(Safety,Communication, Diversity, Accountability, Community, andEnvironment) dengan sungguh-sungguh dan konsisten.











