Berstatus PMA , PT. SCM Di Konawe Tidak Memiliki Laporan Reklamasi

Adapun Pemegang Saham dalam IUP PMA tersebut adalah Merdeka Industri Mineral memiliki 51 persen saham, dan Perusahaan Umum HT Asia Industry Limited berbasis di Hongkong dengan jumlah 49 persen saham.

gambar data modi dan lampiran data BPK Sultra, serta ilustrasi penambangan.

Nesiapost.Com.Sultra.Konawe –  Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) tidak memiliki laporan reklamasi, catatan tersebut diungkap dalam laporan Badan Pemeriksaan (BPK)  Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara yang terbit pada 29 Desember 2023.

Lebih lanjut, dalam catatan tersebut terdapat 14 perusahaan nikel yang Pengelolaannya Sudah Beralih ke Pusat pertanggal 10 Desember 2020, salah satunya merupakan PT.SCM. Dalam data modi perusahaan ini telah terbit sesuai akta sejak tanggal 31 Mei 2018 dan beralih menjadi kewenangan kementrian sesuai Surat Keputusan Nomor SK 67/1/IUP/PMA/2019.

Dalam laporan tersebut catatan BPK Sultra juga menggambarkan , PT SCM mulai diaktifkan sejak tanggal 15 September 2017 dan akan berakhir pada September 2037, dengan luas Wilayah 21.100,00  (Ha), dalam catatan PT SCM tidak memiliki laporan rencana reklamasi pertahun periode atau tidak memiliki dokumen pelaporan. Pada catatan yang sama pada Laporan Reklamasi serta Kesesuaian Laporan Reklamasi dengan Reklamasi , dan Laporan Evaluasi juga dinyatakan nihil atau sama sekali  tidak ada.

Diketahui , dalam catatan MODI Minerba Kementrian ESDEM mencatat, PT SCM merupakan Perusahaan Tambang berstatus  IUP PMA yang memiliki komoditas Nikel, yang berlokasi di Desa Routa, Kecamatan Routa,Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dengan single ID 1474022122014027 yang telah berstatus CNC- 8. Perusahaan ini masuk dalam tahapan kegiatan Operasi Produksi (OP) sesuai surat keputusan (SK) berlaku tanggal 18 November 2019 dan berakhir pada 18 November 2037.

Adapun Pemegang Saham dalam IUP PMA tersebut adalah Merdeka  Industri  Mineral memiliki 51 persen saham, dan Perusahaan Umum HT Asia Industry Limited berbasis di  Hongkong dengan jumlah  49 persen saham. (RN) (Sumber data BPK Sultra Tahun 2023).

Penulis: Risnawati maharadjaEditor: H. Sinano EshaSumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *