Buntut Raibnya CSR 4,162 Miliar, Warga Kembali Palang Pintu Kantor Desa Torete

Tampak pemalangan pintu Kantor Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir,Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu, 20 September 2025. (Doc.Istimewa).

Nesiapost.Com.Sulteng.Morowali – Buntut raibnya dana CSR warga Desa Torete sebesar 4,162 miliar rupiah masih menyisahkan polemik berkepanjangan hingga saat ini, para warga Desa kembali melakukan aksi pemalangan pintu kantor Desa tepat Sabtu 20 September 2025.

Salah satu perangkat desa mengatakan aksi ini dipicu atas protes warga menuntut kepala Desa agar mengembalikan dana CSR warga yang hingga saat ini belum memberikan kejelasan

” Warga memalang lagi, pasti hari senin dibuka lagi, dikawal polsek langsung itu ,” terang salah satu perangkat Desa . (20/09).

Sebelumnya, aksi protes yang sama pernah dilakukan warga dengan mensambangi rumah pak desa dan memalang pintu kantor desa pada sabtu 6 September 2025, hingga pihak kepolisian setempat mengawal Perangkat desa untuk membuka palangan pintu tersebut.

Terkait polemik ini inspektorat Morowali sebelumnya telah melaksanakan investigasi dengan mengunjungi Kantor Desa Torete dan melakukan investigasi menyuluruh.

Kepala Inspektur Pembantu (Irban) bidang pengawasan inspektorat kabupaten Morowali Sahrul Rone , mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi menyeluruh atas laporan yang dilayangkan oleh masyarakat desa torete. dalam pemeriksaan ini pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap beberapa perangkat desa setempat.

” Pak desa, tidak ada dia, ini kan sementara diolah dulu dikumpulkan informasi terkait data datanya dulu, artinya pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua pihak pihak yang berhubungan dengan laporan warga setempat ” Terang Sahrul kepada nesiapost, (10/09).

Adapun poin laporan yang didalami saat ini utamanya terkait pelaporan dana desa, serta beberapa laporan penyalahgunaan yang dilaporan warga setempat, terkait itu pihak inspektorat tengah mengumpulkan bukti otentik atas laporan tersebut.

” Banyak, terkait dengan maslah dana desa , terkait dengan persoalan tumpang tindih CSR, seperti itulah, sempat juga berkembang termasuk (persoalan pmm 800 juta) . karena namanya dana dana yang masuk, mereka ungkapkan semuakan, kita kan lagi menganalisa semua kan,” Ungkap Sahrul.

Dalam kesempatan berbeda, dikonfirmasi bendahara desa Alham, mengatakan saat ini pihak inspektorat telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa perangkat Desa, secara kooperatif ia juga telah memberikan keterangan sesuai rananya sebagai bendahara desa saat ini.

” Tadi saya juga diperiksa tapi tidak lama, karena yang ditanyakan terkait dana CSR, dan dana bukan saya yang kelolah, rekening desa yang saya kelolah hanya untuk dana desa dari APBD dan APBN, untuk dana lainnya, atau pihak ketiga bukan saya yang kelolah, dana itu dikelolah langsung PPM,” ujar alham kepada nesiapost belum lama ini,(10/09). (RN)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *